Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Manchester United Tertarik Kiper Igor Akinfeev


Manchester United bersemangat untuk memulai ketertarikan pada Kiper Rusia Igor Akinfeev menindaklanjuti keputusan CSKA Moscow untuk mendengarkan tawaran kepada 23 tahun kiper tersebut di bulan Januari. CSKA, yang akan menghadapi United di pertandingan Champions di Luzhniki Stadium pada akhir bulan ini, telah tidak dapat mempertahankan kiper seharga 15 juta pounds ini dan memberikan ijin Akinfeev untuk bernegosiasi transfer selagi libur musim dingin ini. Dengan Van Der Sar mendekati umur ke-39 pada 29 oktober ini, Sir Alex Ferguson telah memulai pencarian kiper jangka panjang untuk kiper Belanda tersebut.

Afinkeev merupakan kiper termuda dalam sejarah Rusia pada umur 18 tahun dan 20 hari.

Dia sudah mempersiapkan dirinya sendiri untuk pindah ke Liga Inggris dengan mulai belajar Bahasa Inggris sejak akhir musim lalu.

pelatih Rusia Guus Hiddink berpendapat Afinkeev cukup bagus untuk bersaing di tingkat atas.

United sangat berminat terhadapnya, tetapi dengan tinggi 6ft 1in, dinilai akan menjadi masalah dan terdapat kritikan kalau dia tidak mampu secara fisik untuk menjaga area pertahanan.

Minggu ini, Hiddink menolak kekhawatiran tersebut dan percaya kiper yang dia percaya dapat melakukan yang terbaik.

Beliau berkata, "Dari muda, Igor telah menjadi Kiper utama di CSKA, dia cukup berambisius untuk menilai kemampuannya sendiri. Pada masa yang akan datang, bahkan dalam waktu dekat ini, untuk karir dan perkembangan personal nya, akan sangat bagus untuk Akinfeev pindah ke salah satu klub top eropa. Untuk saya itu sudah pasti.

"Saya tidak mau membuat prediksi, tapi dia sudah siap untuk pindah. Igor merupakan kiper muda sangat pandai, cemerlang dan bertanggung jawab. Dan lebih penting, sangat bertalenta. Untuk mengembangkan talenta seorang pemain, kadang kadang pemain tersebut butuh tantangan baru." Hiddink menambahkan.





Read Full...

MAXI Vidio

maximize your vidio


Read Full...

Semarak 64 Tahun Indonesia Merdeka

Film 'Merah Putih' Menggugah Nasionalisme Kebangsaan

SEMARANG -- Sutradara film "Merah Putih", Yadi Sugandi mengungkapkan rasa nasionalisme dan rasa memiliki tanah air sangat kental terasa sejak awal pembuatan film ini hingga seluruh pemain dan kru yang terlibat merasakan kebersamaan dan kekompakan selama proses produksi berlangsung. "Saya bersyukur sekali dalam pembuatan film ini seluruh pemain dan kru bekerja dengan semangat tinggi dan kebersamaan yang luar biasa. Saya tidak tahu kenapa spirit itu begitu besar, mungkin karena ini film perjuangan sehingga mereka menghayati bagaimana sulitnya pada masa dulu merebut kemerdekaan," kata Yadi kepada ANTARA di Semarang, Senin.

Ia mengatakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, rasa memiliki tanah air dan memiliki bangsa ini mulai luntur. Sebagai seorang sineas, salah satu cara untuk membangkitkan rasa itu adalah melalui media film. "Kecintaan terhadap bangsa ini kok rasanya mulai luntur ya. Sebagian orang mulai ada yang lupa bait atau lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ada pula yang lupa kalau diminta menyebutkan Butir-Butir Pancasila," katanya.

Melalui film "Merah Putih" lanjut Yadi, ia ingin mengajak penonton untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur yang pernha diajarkan oleh para pejuang kemerdekan. "film 'Merah Putih' adalah kisah tentang persatuan yang telah membuat kita berhasil memenangkan kemerdekaan, dam mencoba menelusuri kembali jejak tragedi, roman, humor, serta petualangan para gerilyawan yang berasal dari kelas, etnis, dan agama yang berbeda namun bersatu untuk kemerdekaan Indonesia," kata pria yang sebelumnya sukses menjadi Penata Gambar film "Laskar Pelangi", "Under The Tree", "Tiga Hari untuk Selamanya" dan "The Photograph".

Film ini dibintangi sederet aktor dan aktris muda yakni Darius Sinathrya, Teuku Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Doni Alamsyah, Zumi Zola, Atiqah Hasiholan, dan Saraswati."Film ini luar biasa banget buat saya. Ada sebuah kebersamaan yang sangat kuat diantara para pemain, apalagi saya dengan Darius dan yang lainnya sempat mendapat pendidikan militer dulu selama 10 hari sebelum syuting. Di situ kami digembleng habis-habisan dan lambat laun kekompakan dan kebersamaan itu terjalin," katanya.

Teuku Rifnu Wikana menambahkan, selain melalui pendidikan militer, mereka juga banyak membaca literatur sejarah Indonesia. Sehingga ketika syuting, suasana perang dan keprihatinan dalam penjajahan itu tercipta. "Makanya aku bersyukur banget bertemu dengan para pemain film ini, hubungan emosional sudah terjalin sejak awal, kami sudah seperti keluarga dan hal ini sangat membantu aku untuk menghayati peranku," ujar Rifnu yang berperan sebagai pemuda Bali bernama Dayan.

"Merah Putih" dibesut dalam format seluloid 35 millimeter dengan tim internasional yang terdiri atas ahli efek khusus (special effects) dan veteran perfilman Hollywood yakni Koordinator efek khusus dari Inggris Adam Howarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Down), Koordinator pemeran pengganti (stunt) Rocky McDonald (Mission Impossible II, The Quiet American).

Make-up dan visual effects oleh Rob Trenton (The Dark Knight), Konsultan ahli persenjataan adalah John Bowring (Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins:Wolverine) dan Asisten Sutradara adalah Mark Knight (December Boys, Beautiful).Memasuki Maret, film sedang dalam tahap syuting di Semarang dan Bandungan, Jawa Tengah. Pengambilan gambar juga dilakukan di Yogyakarta, Jakarta dan Bali, mulai Januari hingga akhir April 2009. Film pertama dari tiga film Trilogi Kemerdekaan, akan siap dirilis pada hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2009.

"Sejauh ini tidak ada banyak kendala selama proses produksi. Hanya soal jadwalnya saja yang berubah-ubah karena kendala cuaca mendung atau hujan dan hampir seluruhnya pengambilan gambar di luar ruangan," demikian






Read Full...

Generasi Biru, Film Slank Pertama


Kiprahnya didunia musik memang telah terkenal. Tapi bagaimana jadinya kalau Slank bermain film?

Grup yang digawangi oleh Bimbim, Kaka, Abdee, Ivan, dan Ridho itu adalah salah satu grup musik Indonesia yang selalu mengusung idealisme meraka yang tinggi. Dimana mereka menggambarkan keadaan Indonesia lewat lagu-lagu yang mereka ciptakan sejak tahun 1983 hingga sekarang.

Sebagai bentuk kecintaan dan pengharapan mereka terhadap Indonesia yang lebih baik. Kini Slank mencoba menggambarkan apa yang mereka rasakan dan mereka lihat Indonesia bukan melalui lagu, tapi melalui film yang berjudul ‘Generasi Biru’.

“I believe, seni dan budaya itu bisa mengubah sikap atau budaya sebuah generasi atau sebuah bangsa,” ungkap Bimbim ketika syuting perdananya di gedung Kertaniaga, Kawasan Kota Tua.

Lebih jauh, pentolan Slank itu mengatakan, kehadiran mereka dalam menggambarkan Indonesia bukanlah sebauh kritik mereka terhadap pemerintah. “Kita bukan mau mengkritik, kita hanya memaparkan Indonesia dari apa yang kita catat melalui lagu-lagu kita mulai dari tahun 1983 hingga saat ini,” tutur Bimbim.

Sementara itu, ‘Generasi Biru’ sendiri akan diperankan oleh seluruh personil Slank, dan bercerita mengenai lima orang yang mencoba lari dari situasi penuh keseragaman dan ketidakbebasan. Mereka ingin bebas dan mencari pulau kebebasan, yang mereka sebut sebagai pulau biru.

Dalam perjalanan pencarian itulah diibaratkan sebagai perjalanan Indonesia dalam waktu 1980 hingga 2009. Perjalanan dari era Soeharto, reformasi, hingga, gosip jalanan yang mereka sebut untuk saat ini.

Sedangkan penyutradaraan dipercayakan kepada Garin Nugroho dan menempatkan John De Rantau, sebagai asisten sutradara, serta menghadirkan Nadine Chandrawinata sebagai salah satu pemain, Dan rencananya film ini akan rilis pada awal tahun 2009. Read Full...
 

Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Mobile Edition
© Selamat Datang Di Dunia Ghandhend Copyright by Dunia Ghandhend | Terimakasih atas kunjungan andi di Dunia Ghandhend | Jangan segan dan sungkan untuk kembali lagi Salam Damai Suporter Indonesia